one candy,one world,one dream

IMPIAN DAN CITA-CITA BOLEH SETINGGI LANGIT,DAN BOLEH DITITIKAN DIHARI ESOK.

IMPIAN DAN CITA-CITA BOLEH SETINGGI LANGIT,DAN BOLEH DITITIKAN DIHARI ESOK.
NAMUN TINDAKN DAN KERJAAN HARUS DILAKSANAKAN HARI INI.

KESUKSESAN ADALAH MILIK SEMUA ORANG

one stop network

Jumat, 06 April 2012

Joko Widodo


Joko Widodo
Joko Widodo

Wali dari Kota Solo
Petahana
Mulai menjabat
2005
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluSlamet Suryanto

Lahir21 Juni 1961 (umur 50)
Bendera Indonesia Surakarta, Jawa Tengah,Indonesia
KebangsaanIndonesia
Partai politikPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan
AlmamaterUniversitas Gadjah Mada
PekerjaanPengusaha
AgamaIslam
Profil Facebookjokowi
Akun twitterjokowi_do2

Ir. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961; umur 50 tahun)[1], lebih dikenal dengan nama julukan JokoWi, adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bakti 2005-2015. Wakil walikotanya adalah F.X. Hadi Rudyatmo. Ia dicalonkan oleh PDI-P[2].

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985.[1] Ketika mencalonkan diri sebagai walikota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih.[3] Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya.[3] Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.

Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008"[4]. Ia pun akan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub tahun 2012 dengan Basuki Tjahaja Purnama, mantan bupati Kabupaten Belitung Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar